BECAUSE .. I LOVE YOU Part 2
“Junsung..ayo kita pulang !”.
“Ya Sungmin oppa , tidak usah teriak didepan telingaku . Aku tidak tuli “. Sungmin hanya tersenyum melihat celotehan Junsung .
“Mau pulang sendiri atau aku antar ?”. *Pake nanya lagi .. Ya dianterin pulanglah !!!*
“Menurut oppa ?”.
“Mending pulang sendiri , hitung-hitung membakar lemak . Lihat kau semakin gemuk Junsung”.
“Ehh , enak aja . Aku semakin langsing tau oppa . Oppa tuh yang semakin gemuk , makannya sampai sekarang oppa masih belum punya pacar . hahah”. Junsung tertawa meledek .
“Kamu juga belum punya pacar , nah berarti kamu juga semakin gemuk . hahha”.
“Sudahlah oppa , terserah oppa saja . Yang penting sekarang oppa mau antar aku pulang atau tidak . Aku sudah kepanasan nih ..”. kata Junsung sambil mengibas-ngibaskan tangan kearah wajahnya .
“Oya aku sampai lupa ,ayo kita keparkiran “. Sungmin menggandeng tangan Junsung sampai keparkiran . Mereka seperti pasangan kekasih . Ya , seluruh murid disekolah juga awalnya menyangkanya kalau mereka pacaran . Mungkin karena mereka sering berduaan dan mereka juga terlihat cocok untuk jadi pasangan . Sama – sama imut dan sama-sama punya selera humor.
“Ayo masuk .. “. Sungmin mempersilahkan masuk Junsung kedalam mobilnya .
“Emm ..”. Jawab Junsung singkat.
Hari ini jalanan di Seoul cukup padat , jadinya jalanan cukup macet . Maklum sekarang adalah jam makan siang .
“Junsung , kenapa kau diam saja . Ayo bicara ,kalau sepi saat macet seperti ini ,sungguh membosankan”.
“Heu , aku harus bicara apa ? Tak ada topik pembicaraan yang bagus “.
“Ayolah bicara apa saja. Oia aku mau bertanya , tadi pas dikantin , lelaki yang jalannya pincang itu , siapa ? Kok aku baru lihat yah ? temanmu ?”.
“Ohh itu , dia Yesung , murid baru . Pindahan dari Jepang . Memang kenapa oppa ?”.
“Ahh..anio hanya bertanya saja . Oia , nanti sore jangan lupa janjimu ya “.
“Janjiku ? memang aku berjanji apa ?”.
“Ahh , kau ini pelupa sekali . Nanti sore antar aku ke taman . Itu hutangmu”.
“Ohhh ia ia .. okeh . Jam berapa aku harus kesana ?”.
“Jam 4 , dandan yang cantik , agar tidak memalukan aku saat kita jalan bersama”.
“Huaa , oppa menghina aku ya . Aku berdandan ataupun tidak tetap terlihat cantik tau !!”.
“Percaya gak ya ?”. Ledek Sungmin .
“Terserah …”. Junsung memalingkan wajah dan menatap kesal keluar jendela .
“Ahh .. begitu saja kok marah . Jagiya ~”.
“Ehh .. jangan panggil aku jagiya , aku hanya adikmu “.
“Hahahahaha .. aku hanya bercanda “.
Mobil sungmin pun bergerak maju setelah beberapa menit terdiam karena macet . Hah ~ udara hari ini begitu panas , sangat tidak enak .
“Nah .. sudah sampai “.
“Gomawo Sungmin oppa .. “.
“Ne .. dadah sampai ketemu nanti sore Junsung”.
“Siipp oppa . Dadah .. hati-hati oppa”.
Junsung pun bergegas masuk rumah karena diluar sangat panas . Dia membuka pintu depan dan langsung melesat pergi kekamarnya yang terletak di lantai dua . Rumahnya tampak sepi , eomma dan appa sedang kerja pastinya , Donghae oppa pasti sedang kuliah . Sepi sekali …
Junsung merebahkan tubuhnya diatas kasur . Dia lalu mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamarnya , dan pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri , dan mengahapus semua kelelahan yang ada ditubuhya .
Ahh~ kalau sudah mandi tubuh kembali segar . Dia kembali kekamarnya untuk mengganti pakaian mandinya menjadi pakaian santai . Dia mengambil asal t-shirt dan hot pants yg ada di lemarinya , menyisir rambutnya yang basah dan mengeringkannya lalu dia bergegas ke dapur mencari makanan didalam kulkas . “Wahh .. sepertinya eomma lupa memasakkan makanan untukku . Aduh aku lapar sekali “. Junsung berpikir sebentar . Dia lapar tapi tidak ada makanan berat yang tersedia untuknya . Terpaksa dia harus beli dan pergi keluar rumah . “Tapi diluar panas sekali . Tapi aku lapar !!!”.
Dengan terpaksa ,dia ambil kunci motor dan pergi mencari makanan disekitar komplek rumahnya .
“Ahh .. itu ada warung nasi goreng “. Junsung pun memarkirkan motornya disebelah warung nasi goreng
“Annyeong .. mau pesan apa ?”. Sapa penjual disana dengan ramah .
“Aku mau nasi goreng seafoodnya saja satu bungkus “.
“Okeh .. sebentar kami buat . Noona duduk saja dulu “.
“Gamshamnida ahjussi”. Junsung mendekati meja yang dekat dengan kaca . Dia melirik jam ditangannya , jam 2:32 . Masih lama untuk bersiap-siap bertemu Sungmin oppa , pikir Junsung . Saat sedang asyik melihat keluar kaca , tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya.
“Hei .. apa kau Junsung ?”.
“Omo ~ …Yesung .. membuat kaget aku saja .. loh sedang apa kau disini?”.
“Sedang membeli makanan. Kau sendiri sedang apa disini ?”.
“Sama , aku juga sedang membeli makanan . Apa rumahmu dekat-dekat sini ?”.
“Ya , rumahku di blok G , kau diblok apa ?”.
“Aku diblok E , wahh rumah kita hanya beda satu blok “.
“Ya , boleh aku sering-sering main kerumahmu ?”.
“Tentu saja boleh , aku sering kesepian dirumah . Rumahku selalu sepi”.
“Mwo ? kenapa bisa seperti itu ? Orang tuamu pasti dua-duanya bekerja “.
“Ya , begitulah .. mereka sibuk . Sudahlaha tidak usah membicarakan itu “.
“Pesanan Noona Junsung sudah siap !!”. teriakan pelayan itu membuat percakapan Junsung dan Yesung terhenti . “Ya ahjussi .. hey Yesung , aku pergi duluan ya . Daahhh .. sampai ketemu besok “. Junsung melambaikan tangannya dan memberikan senyumnya pada Yesung .
“Kau terlihat manis Junsung..ah~”. Yesung merasa jantungnya berdetak lebih kencang saat bertemu dengan Junsung . Apa ini adalah LOVE at FIRST SIGHT ? entahlah ..
Pov Junsung
“Ye..aku sudah dapat makanan . Hahaha .. tinggal makan , emm enaknya nasi goreng ini . Sepertinya makan nasi goreng sambil nonton Tv enak ”. Junsung menyalakan Tv dan memencet beberapa channel , namun sepertinya tidak ada acara yang seru siang ini .
“Aiisssshh. Kenapa tidak ada acara yang seru . Membosankan”.
KLIK ..
Junsung mematikan TV dan melanjutkan makan siangnya dengan lahap . Setelah nasi gorengnya habis tanpa sisa , dia begegas pergi kekamarnya . Karena jam sudah menunjukan pukul 3:33 , sudah harus bersiap-siap untuk pergi ketaman bersama Sungmin oppa . Dia membuka lemari pakaiannya lagi , dan menatap malas kearah pakaian-pakaiannya . “Sudahlah hanya pergi ketaman , tak usah ganti baju . Malas , pakai seperti ini juga aku sudah terlihat cantik bukan ? haha”. Junsung berbicara sendiri dihadapan cermin . Dia pergi ke ruang makan dan mengambil kunci motor di meja makan.
PAJAMA ipkko PAJAMA ipkko .Uri oneul bam meotjjin patireul haeyo.Uri duri shinnage norayo.
Handphone Junsung berbunyi .. KLIK .
“Yeoboseyo ? ya oppa , aku sudah akan pergi kesana . Okey .. bye “.
Junsung berjalan menuju bagasi untuk mengambil motornya , sebelum pergi dia mengunci seluruh pintu dan memastikan tak ada pintu yang belum terkunci .
BREEEMMM … NGENG ….
PAJAMA ipkko PAJAMA ipkko .Uri oneul bam meotjjin patireul haeyo.Uri duri shinnage norayo.
“Ya oppa ,ada apa lagi , aku akan berangkat ini . Ya .. jalan kaki ? baiklah ..arasseo”.
Junsung memasukkan motornya kembali kebagasi . Dan pergi ketaman dengan berjalan kaki .
“Kenapa kau tidak menjemputku saja oppa !! . Dasar pelit ..”.
Pov Yesung
“Oppa .. belikan aku makanan di warung diujung jalan itu . Aku lapar !”. rengek seorang anak kecil .
“Aku tidak mau , aku cape . Kau beli saja sendiri !”.
“Jahat sekali oppa ini . Eomma sedang tidak ada oppa . Aku lapar , tega sekali oppa pada adik sendiri “.
“Baiklah baiklah .. aku akan pergi . Kau mau makan apa ?”.
“Apa saja terserah oppa “. Ucap anak itu dengan mata berbinar .
Tanpa bicara Yesung pergi ke tempat yang ditunjukkan adiknya .
“Annyeonghaseyo .. mau pesan apa ?”.
“Aku mau beli itu saja “. Yesung menunjuk kearah menu makanan yang tertempel di dinding.
“Ohh mie goreng pangsit ? Berapa bungkus ?”. tanya si penjual dengan ramah.
“Satu saja “.
“Okey ..totalnya 2000 ribu won . Kalau boleh tau siapa namamu . Aku baru melihatmu“.
Yesung mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang yang tadi disebutkan oleh si penjual .
“Yesung imnida . ya ahjussi , aku baru pindah beberapa hari yang lalu . Ini uangnya “.
“Gamshamnida .. ohh begitu , baiklah Yesung silahkan menunggu sebentar”.
Dia berjalan kearah meja di pojokan warung , dan duduk dengan tatapan malas . Namun seketika wajahnya cerah kembali , saat dengan tiba-tiba sesosok wanita yang dikenalnya masuk ke warung tempat saat ini dia berada . “Sepertinya dia juga sedang membeli makanan”. Ucap yesung dalam hati .
Saat sesosok wanita itu duduk mengahadap ke kaca , dia mulai berjalan kearah wanita itu dan menepuk pundaknya lembut .
““Hei .. apa kau Junsung ?”.
“Omo ~ …Yesung .. membuat kaget aku saja .. loh sedang apa kau disini?”.
“Sedang membeli makanan. Kau sendiri sedang apa disini ?”.
“Sama , aku juga sedang membeli makanan . Apa rumahmu dekat-dekat sini ?”.
“Ya , rumahku di blok G , kau diblok apa ?”.
“Aku diblok E , wahh rumah kita hanya beda satu blok “.
“Ya , boleh aku sering-sering main kerumahmu ?”.
“Tentu saja boleh , aku sering kesepian dirumah . Rumahku selalu sepi”.
Yess .. kesempatan .. suatu hari nanti aku pasti bakal mengunjungi rumahnya . hihihi .. asyik ..
Kata yesung dalam hati . Apa kalian tau ? Sekarang muka Yesung menjadi merah !!
“Mwo ? kenapa bisa seperti itu ? Orang tuamu pasti dua-duanya bekerja “.
“Ya , begitulah .. mereka sibuk . Sudahlaha tidak usah membicarakan itu “.
“Pesanan Noona Junsung sudah siap !!”.
“Ya ahjussi .. hey Yesung , aku pergi duluan ya . Daahhh .. sampai ketemu besok “. Dia melambaikan tangannya kearahku dan memberikan senyum manisnya LAGI kepadaku .
“Kau terlihat manis Junsung..ah~”. Yesung memegang dadanya yang sedang berdegup kencang .
Suara si penjual membuyarkan lamunanku . “Yesung .. ini pesanan mu !!”.
“Gamshamnida ahjussi”. Yesung pun pulang dengan hati gembira karena bertemu Junsung tadi .
“Ah ~ untuk adikku menyuruhku pergi , untuk juga aku tidak menolak . Senangnya hari ini !!”.
POV Sungmin
“Yeoboseyo .. Junsung –sshi apa sudah siap ? aku akan pergi sekarang , bye “.
Sungmin mengambil kunci mobilnya di meja depan .
“Oia , hampir lupa , Junsung pasti bawa motor . Ahhh aku harus menelponnya lagi”.
Tuuutttt…tuuuttttuuuuutttt….
“Junsung , kau pasti bawa motor ? Jangan bawa motor , kau jalan kaki saja . Nanti pulangnya aku antar . Arasseo ?”. Klik ..
Hah ~ aku ingin cepat-cepat bertemu Junsung .
“Eomma aku pergi dulu !”.
POV Jusung dan Sungmin
Sungmin sudah sampai di taman , dan dia memparkirkan mobilnya di parkiran umum tepat disebelah taman . Dia mulai masuk ke area taman , dan matanya menyisir seluruh taman untuk mencari Jusung .
“Kemana dia ? apa telat ? kebiasaan “. Gerutu Sungmin .
“Siapa yang telat hah ? aku atau kamu oppa ?”. jawab Junsung tiba-tiba dari arah belakang Sungmin .
“Kau ? kenapa bisa kau duluan ? aku kan naik mobil . Ih apa kamu bisa terbang ? cepat sekali !”.
“Terbang .. terbang apaan . Kau , sudah terlambat , malah menghinaku dibelakang , sungguh menyebalkan”. Junsung pura-pura ngambek .
“Ya ampun .. mianhae .. aku kan hanya bercanda . Gitu aja kok marah sih “.
“Lagian .. sudahlah lupakan . Sekarang kita mau ngapain disini ?”.
“Temani aku bersenang-senang . Okey , kau berada dibawah kekuasaanku . Jadi jangan menolak apapun yang aku perintahkan . Okey “.
“Apa-apaan ini , masa aku jadi bonekamu . Enak saja , nanti kau berbuat macam-macam lagi “.
“Hei .. jangan berpikiran kotor , aku tidak akan macam-macam padamu . Kau bukan tipeku “.
“Heuh .. sombongnya selangit !!!”. Sungmin hanya tertawa dan menarik tangan Junsung, entah Junsung mau dibawanya kemana .
“Sini , aku mau main ayunan . Kamu duduk aku yang dorong kamu . Tapi nanti gantian “. Ucap Sungmin , tangannya mulai mendorong ayunan . Junsung merasa kembali ke sepuluh tahun yang lalu . Saat mereka masih kecil mereka sangat menyukai ayunan , mereka juga sering bergantian mendorong ,percis seperti hari ini.
“Sudah .. sekarang bagian kamu yang dorong Junsung “. Junsung mulai mendorong ayunannya .
“Uhh .. oppa , kau berat sekali . Aku tidak kuat .. “.
“Bohong ! sudah jangan banyak bicara , dorong saja “. Junsung sudah tidak kuat mendorong Sungmin oppa , bukan karena dia berat , tapi karena tangannya pegal . Junsung duduk di ayunan sebelah Sungmin. Junsung memutar-mutar tangannya , agar tidak pegal lagi .
“Ada apa Junsung , kau payah sekali , baru segitu sudah pegal . Sini mana tanganmu aku pijit”.
“Tidak usah , aku bisa sendiri , Sebentar lagi juga sembuh . Tenang saja oppa”.
“Jangan sok , sini aku bantu “. Sungmin menarik tangan Junsung dan mulai memijit tangannya dengan lembut . Sepertinya sudah agak lebih baik . “Bagaimana ? sudah agak mendingan ?”.
“Ya .. gomawo oppa “.
“Kalau sudah sembuh , dorong aku lagi . Ayo cepat “.
“Kya ~ apa-apaan , aku baru sembuh sudah disuruh dorong lagi ? Benar-benar jahat “.
“Kalau aku jahat , aku tidak akan memijatmu tadi . Ayo cepetan !!!”.
“Iya iya iya .. sabar .. huh .. dasar …”. Junsung sebenarnya tidak kesal sama sekali . Heheh e ..
“Sudah sudah .. doronganmu payah , berhentilah . Kau main ayunan disebelahku saja “.
“Emm .. aku kan sudah bilang tadi , tanganku sakit . Oppa malah memaksa “.
“Ya ya ya .. sudahlah . Apa tanganmu masih sakit ?”. Tanya Sungmin dengan tatapan setengah khawatir .
“Sudah agak hilang sakitnya . Membosankan sekali disini , hanya bermainan ayunan “.
“Memang kau mau apa ? Oh ia , ayo kita main itu “. Sungmin menunjuk kearah perosotan yang sebenarnya tidak boleh dinaiki oleh anak sebesar mereka . Persosotan itu sangat kecil untuk ukuran mereka . “Apa ? oppa itu untuk anak kecil . Jangan gila ah , sudah kita main ayunan saja “.
“Kita nostalgia , hahaha . Ya sudahlah , kita pergi cari makan yuk. Aku lapar , apa kamu lapar?”.
Junsung tidak menjawab , hanya mengangguk dan berjalan disamping Sungmin . Sungmin meraih tangan Junsung , dan memegang tangan Junsung dengan erat . Junsung menahan senyumnya , mukanya memerah . “Kenapa dengan wajahmu ? Kenapa wajahmu merah seperti itu ?”. Sungmin mendekatkan wajahnya kearah Junsung . Wajah Junsung malah tambah memerah . Sungmin semakin mendekat.
Junsung menutup matanya dan mengepalkan tanganya keras-keras . Tiba-tiba Sungmin menjauh dari wajahnya . “ Hahaha .. kau kira aku akan menciummu yah ? GR sekali kau ini “. Sungmin menjitak kepala Junsung dengan lembut .
“Siapa yang berfikiran seperti itu , aku tidak mikir kayak gitu “. Jawab Junsung canggung .
“hahahaha .. sudah sudah , ayo berangkat . Kau ini lucu sekali “. Sungmin mencubit pipi Junsung .
“Sakit oppa , tanganmu sungguh kasar terhadap wanita . Tadi memukul kepalaku sekarang mencubitku”.
“Aku kan tidak keras-keras mencubit dan memukulnya . Kau saja yang berlebihan”.
Sungmin dan Junsung masuk mobil dan pergi dari taman . “ Mau kemana kita oppa ?”.
“Ke restoran dekat-dekat sini saja . Selesai makan kau ku antar pulang , okey”.
“Baiklah , terserah oppa . Aku kan sedang dibawah kendalimu “. Sungmin terkekeh mendengarnya.
Sekitar sepuluh menit , mereka akhirnya menemukan restoran yang pas . Sungmin memarkirkan mobilnya di parkiran restoran .
“Annyeonhaseyo .. selamat datang di restoran kami.. silahkan duduk disini “.
“Ya , gamshamnida ahjumma”. Junsung mencoba tersenyum kearah ahjumma yang ramah ini.
Ahjumma itu menyodorkan menu ke hadapan mereka berdua .
“Aku minum saja , jus alpukat”. Pinta Junsung.
“Kok kamu gak makan ?”.
“Aku sudah makan tadi dirumah . Kau pesan makan saja , aku akan menunggumu”.
“Baiklah .. aku Gimsum-nya satu porsi dan minumnya jus jeruk “. Sungmin menutup menunya .
“Baik .. akan segera kami antar “. Ahjumma itu tersenyum kembali.
Setelah kepergian ahjumma itu , mereka berdua terdiam terpaku . Tidak satu pun diantara mereka yang membuka mulut mencoba mengawali pembicaraan . Junsung menatap kosong kearah pintu restoran dan jari-jarinya mengetuk-ngetuk meja . Sungmin terdiam menatap kesudut ruangan restoran dengan tatapan kosong pula .
PAJAMA ipkko PAJAMA ipkko .Uri oneul bam meotjjin patireul haeyo.Uri duri shinnage norayo.
Handphone Junsung berdering memecahkan kesunyian yang ada . Junsung mengangkat telponnya , dan kini tatapan Sungmin berpindah kearah Junsung .
“Yeoboseyo ? oh eomma , ada apa ? aku sebentar lagi pulang . bersama Sungmin oppa . Ya ..”.
KLIK.. telpon di tutup oleh Junsung . Dan sekarang Junsung dan Sungmin saling bertatap wajah .
“Kenapa melihatku seperti itu oppa ?”.
“Anio .. kau manis juga ternyata .. hahahah “.
“Oppa baru sadar kalau aku ini manis ? Hhaha , sungguh keterlaluan . Tuh pesanannya sudah datang”.
Ahjumma yang tadi menghampiri mereka berdua sembari membawa nampan berisi pesanan mereka . Dia kembali tersenyum pada mereka berdua . Junsung dan Sungmin membalasnya .
“Gomawo ahjumma ..”. Sungmin tersenyum kembali .
“Ya .. silahkan menikmati “.
“Oppa .. kau makannya yang cepat ya . Aku sudah disuruh pulang sama eomma “.
“Ya ya ya .. aku akan menghabiskan gimsum ini dengan waktu lima menit , kau tenang saja “.
“Heuh .. percaya gak ya ?”. Junsung mengulangi ucapan Sungmin pada saat di taman tadi.
“Itu kan bahasaku . Dasar tukang tiru . huhuhu “.
“Ahh .. terserah oppa saja mau bilang apa , sekarang habiskan makanmu segera “.
Sungmin mengangguk dan mulai mengangkat sumpitnya dan melahap gimsum yang ada dihadapannya .
“Apa kau mau Junsung-ah ?”.
“Anio .. aku sudah sangat kenyang “.
Sungmin tidak menghiraukannya , dia melahap sisa gimusum yang ada dipiringnya . Dan meminum jus jeruknya dengan hanya sekali nafas .
“Wow .. apa kau lapar oppa ? kau bisa minum jus segelas itu dengan hanya satu kali nafas . hebat “.
“Kan kau yang suruh , katanya aku harus cepat makannya “.
“Ya .. gomawo oppa . Ayo kita pulang “. Sungmin mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang dan menaruhnya di meja . “Ahjumma .. uangnya ada diatas meja . Gomawo”. Teriak Sungmin. Junsung dan Sungmin berjalan memasuki area parkir , lalu mereka melesat denagn cepat ke rumah Junsung . Selama perjalanan mereka tidak banyak bicara , hanya berbicara hal-hal yang tidak penting agar terkesan tidak jenuh . *padahal sebenernya jenuh abiss*
“Yup sudah sampai ..”.
“Gomawo Sungmin oppa , apa kau mau mampir dulu ?”.
“Anio .. tidak usah , sebentar lagi malam . Aku pulang saja . Dadah “. Sungmin mendaratkan ciumannya kearah kening Junsung . Junsung kaget dan membuka pintu mobil Sungmin dengan jantung yang berdegup kencang . Junsung tercengang dengan apa yang tadi diperbuat oleh Sungmin .
DIA MENCIUM KENINGKU !!! Junsung teriak didalam hatinya yang sedang bahagia ..
End part 2
Fiuhhh .. part 2 selesai juga .. masih ada kelanjutannya .
Mian ga jelas and ngelantur ..
Heheh ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar